BANJARMASIN, Realitaspost.com – Kegiatan reses Masa Sidang I Tahun 2026 DPRD Kota Banjarmasin memasuki hari kedua dengan menyerap aspirasi masyarakat di Kelurahan Telaga Biru dan Belitung Selatan, Jumat (3/4/2026).
Bertempat di Aula Kedai 99 Trisakti, Jalan Yos Sudarso, Banjarmasin Barat, kegiatan ini berlangsung penuh antusias.
Warga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, terutama di sektor kesehatan dan infrastruktur.
Sejumlah keluhan mencuat, di antaranya kondisi jalan lingkungan yang rusak parah, berlubang, serta kerap tergenang air hingga menyerupai kolam saat musim hujan.
Kondisi ini dinilai mengganggu aktivitas warga dan membahayakan pengguna jalan.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, pihak RSUD Sultan Suriansyah, serta unsur kecamatan dan kelurahan, guna menindaklanjuti langsung aspirasi masyarakat.
Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Banjarmasin Barat, Drs. Saut Nathan Samosir, MBA, menyampaikan bahwa persoalan kesehatan dan infrastruktur masih menjadi isu dominan dalam setiap reses.
“Warga banyak mengeluhkan jalan berlubang dan genangan air di sejumlah gang, khususnya di wilayah Telaga Biru. Kondisi ini semakin parah saat musim hujan,” ujarnya.
Ia menegaskan akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei sebagai dasar tindak lanjut.
Saut juga membawa kabar baik bagi warga Belitung Selatan, di mana pembangunan jembatan di kawasan Jalan Zafry Zamzam direncanakan mulai direalisasikan pada tahun ini.
Seluruh aspirasi yang dihimpun, lanjutnya, akan dibawa ke dalam pembahasan rapat komisi, khususnya dalam agenda Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Banjarmasin Tahun 2025.
Di sisi lain, kisah haru datang dari salah satu warga Belitung Selatan yang mengeluhkan status kepesertaan BPJS Kesehatan miliknya yang nonaktif akibat dampak kebangkrutan usaha saat pandemi COVID-19.
Kondisi tersebut membuatnya kesulitan membiayai pengobatan anaknya yang menderita penyakit kelenjar getah bening dan membutuhkan operasi dengan biaya puluhan juta rupiah.
Namun, melalui kepedulian yang diinisiasi oleh Saut Nathan Samosir, persoalan tersebut mendapat respons cepat. Dinas Sosial segera turun tangan membantu, hingga proses penanganan di rumah sakit dapat berjalan dengan baik.
Warga pun mengaku bersyukur atas respons cepat tersebut, seraya berharap aspirasi lain yang disampaikan dalam reses juga dapat segera direalisasikan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (puj)




Berita