Berita

Breaking News

IBITEK Perkuat Layanan Akademik, Buka Kesempatan Kuliah Lebih Cepat Lewat Jalur RPL

BANJARMASIN, Realitaspost.com  – Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan (IBITEK) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi.

Memasuki Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, kampus yang sebelumnya dikenal sebagai STIE Indonesia Banjarmasin ini menggelar pembimbingan akademik bagi mahasiswa lama sekaligus membuka berbagai peluang bagi calon mahasiswa baru, termasuk melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Kegiatan pembimbingan akademik yang berlangsung selama satu pekan tersebut diikuti mahasiswa semester 3, 5, dan 7. 

Melalui kegiatan ini, setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan berkonsultasi langsung dengan dosen pembimbing akademik mengenai penyusunan Kartu Rencana Studi (KRS), evaluasi hasil belajar, hingga perencanaan penyelesaian studi.

Rektor IBITEK, Dr. Yanuar Bachtiar, SE., M.Si., mengatakan pembimbingan akademik merupakan bagian penting dalam memastikan mahasiswa menjalani proses perkuliahan secara terarah dan mampu menyelesaikan studi tepat waktu.

"Ini merupakan periode ganjil, di mana mahasiswa mulai memasuki tahapan penelitian skripsi yang ditargetkan selesai pada semester delapan. Sedangkan untuk Program Magister, penyelesaian studi direncanakan pada semester empat," ujar Yanuar, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, pembimbingan akademik bukan sekadar proses administrasi pengisian mata kuliah, tetapi juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk berkonsultasi mengenai kendala akademik, penyusunan strategi belajar, hingga menentukan arah penelitian sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Yanuar menjelaskan, proses ujian bagi mahasiswa Program Sarjana telah selesai dilaksanakan. 

Saat ini mereka hanya tinggal menyelesaikan laporan hasil penelitian, melengkapi berbagai persyaratan administrasi, kemudian mengikuti tahapan yudisium sebelum diwisuda.

Sementara itu, pelaksanaan ujian Program Magister dijadwalkan berakhir pada Juli 2026. 

Penyesuaian jadwal dilakukan karena sebagian besar mahasiswa magister merupakan pegawai pemerintah maupun swasta yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan studi.

"Karena mayoritas mahasiswa magister adalah para pekerja, kami melakukan penyesuaian jadwal agar mereka tetap dapat mengikuti seluruh proses akademik tanpa mengganggu tanggung jawab di tempat kerja," jelasnya.

Selain fokus pada pelayanan akademik bagi mahasiswa aktif, IBITEK juga masih membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) hingga September 2026 sesuai regulasi pemerintah. Kesempatan tersebut terbuka bagi lulusan SMA, SMK, MA maupun masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.

IBITEK juga menjadi salah satu perguruan tinggi yang menerima mahasiswa melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Hingga pertengahan Juli 2026, tercatat sekitar 50 calon mahasiswa telah terdaftar sebagai peserta program bantuan pendidikan tersebut.

"Program KIP menjadi salah satu bentuk komitmen kami dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi namun berprestasi. Kami berharap jumlah penerima masih akan terus bertambah selama proses penerimaan mahasiswa baru berlangsung," kata Yanuar.

Tak hanya itu, IBITEK kembali menawarkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk jenjang Sarjana maupun Magister. Program ini menjadi solusi bagi masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja cukup panjang namun belum memiliki ijazah sesuai jenjang pendidikan yang dibutuhkan.

Melalui mekanisme RPL, pengalaman profesional, sertifikat pelatihan, hingga kompetensi yang dimiliki peserta dapat dinilai dan dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS), sehingga masa studi menjadi jauh lebih singkat dibandingkan jalur reguler.

"Program ini sangat cocok bagi masyarakat yang sudah bekerja dan memiliki keterbatasan waktu untuk mengikuti kuliah secara penuh. Pengalaman kerja mereka akan dinilai sebagai bagian dari capaian pembelajaran," terang Yanuar.

Ia menjelaskan, untuk Program Sarjana melalui jalur RPL, masa studi dapat ditempuh sekitar dua tahun, tergantung hasil asesmen dan jumlah kredit yang diakui. 

Sedangkan Program Magister dapat diselesaikan sekitar satu tahun apabila peserta memenuhi persyaratan akademik dan pengakuan kredit sesuai ketentuan.

Yanuar berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh kualifikasi akademik yang lebih tinggi.

"Di era persaingan kerja yang semakin ketat, pendidikan menjadi investasi jangka panjang. Kami ingin memberikan akses yang lebih luas, fleksibel, dan berkualitas bagi masyarakat Kalimantan maupun daerah lainnya agar dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan," tuturnya.

Dengan layanan pembimbingan akademik yang terus diperkuat, penerimaan mahasiswa baru yang masih dibuka, dukungan melalui KIP Kuliah, serta hadirnya jalur RPL yang fleksibel, IBITEK optimistis mampu mencetak lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan dunia kerja, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (puj)

© Copyright 2022 - Realitas.com