Berita

Breaking News

Milad ke-45 UNISKA MAB Dimeriahkan Fashion Show Sasirangan, Wujud Nyata Pelestarian Budaya Banua di Kampus Berkarakter Islami

BATOLA (Kalsel), Realitaspost.com – Perayaan Milad ke-45 Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (UNISKA MAB) berlangsung semarak dengan digelarnya lomba Fashion Show bertema "Pesona Sasirangan untuk Kampus Unggul dan Berkarakter Islami" di Gedung Baru UNISKA MAB, Jalan Trans Kalimantan, Tatah Masjid, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, Jumat (11/7/2026).

Kegiatan yang menjadi salah satu rangkaian peringatan hari jadi UNISKA MAB tersebut tidak hanya menghadirkan kompetisi busana, tetapi juga menjadi panggung untuk mengangkat kembali keindahan kain sasirangan sebagai identitas budaya masyarakat Kalimantan Selatan. 

Melalui balutan busana yang elegan dan modern, para peserta berhasil menampilkan perpaduan antara nilai tradisi dan kreativitas yang selaras dengan semangat kampus unggul dan berkarakter Islami.

Milad ke-45 menjadi momentum penting bagi UNISKA MAB untuk merefleksikan perjalanan panjang institusi pendidikan tinggi tersebut. 

Didirikan secara resmi pada 18 Juli 1981, UNISKA MAB telah tumbuh menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Kalimantan yang terus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas, berakhlak, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Sejumlah pimpinan universitas dan yayasan turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Umum Badan Pembina Yayasan UNISKA MAB Hj. Rahmi Tajuddin, Ketua Umum Badan Pengurus Yayasan Drs. Budiman Mustafa, Rektor UNISKA MAB Muhammad Zainul, SE., MM., para Wakil Rektor I, II, III, dan IV, Direktur Pascasarjana, para dekan, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga tamu undangan yang memadati lokasi acara.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal perlombaan. Sebanyak 48 peserta ambil bagian dalam tiga kategori yang diperlombakan, terdiri atas 11 peserta kategori siswa, 19 peserta kategori mahasiswa, serta 18 peserta dari kategori dosen dan tenaga kependidikan. 

Masing-masing peserta tampil percaya diri dengan mengenakan berbagai rancangan busana sasirangan yang dipadukan dengan aksesori bernuansa etnik maupun modern, sehingga menghasilkan penampilan yang unik dan memukau.

Sorak sorai penonton semakin memeriahkan suasana ketika setiap peserta melangkah di atas panggung memperagakan busana terbaiknya. 

Tidak sedikit desain yang berhasil memadukan motif sasirangan dengan sentuhan fesyen kontemporer, membuktikan bahwa kain tradisional Banjar mampu tampil modern tanpa kehilangan nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Penampilan peserta dinilai oleh tiga dewan juri yang memiliki pengalaman di bidang fashion dan budaya, yakni Hj. Rahmi Tajuddin, Hj. Titin Imran, dan Lies Noor Marlin. Para juri memberikan penilaian berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari kesesuaian tema, kreativitas dalam memadukan busana sasirangan, teknik berjalan di atas panggung, ekspresi, hingga penguasaan penampilan secara keseluruhan.

Panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik bagi para pemenang berupa trofi, sertifikat penghargaan, serta bingkisan dari para sponsor sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan dedikasi peserta dalam melestarikan budaya daerah melalui dunia fashion.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Badan Pembina Yayasan UNISKA MAB, Hj. Rahmi Tajuddin, menegaskan bahwa penyelenggaraan lomba fashion show sasirangan bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran bersama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Kalimantan Selatan.

Menurutnya, sasirangan bukan hanya selembar kain bermotif khas, tetapi merupakan simbol identitas masyarakat Banjar yang memiliki nilai sejarah, filosofi, serta kebanggaan yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

"Lomba fashion show sasirangan kali ini bukan sekadar ajang unjuk bakat semata. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kecintaan kita terhadap kekayaan budaya lokal Kalimantan Selatan. Sasirangan adalah identitas dan warisan leluhur yang harus terus kita jaga dan lestarikan bersama," ujarnya.

Ia mengajak seluruh sivitas akademika UNISKA MAB agar tidak hanya mengenakan sasirangan pada acara seremonial, tetapi juga menjadikannya bagian dari gaya hidup dan simbol kebanggaan terhadap budaya daerah.

"Melalui tema yang kita usung pada Milad ke-45 ini, saya mengajak seluruh sivitas akademika UNISKA MAB untuk tidak hanya memakai kain sasirangan, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap kearifan lokal yang kita miliki. Budaya akan tetap hidup apabila generasi mudanya mencintai dan terus memperkenalkannya kepada masyarakat luas," katanya.

Lebih lanjut, Hj. Rahmi menyampaikan bahwa selama 45 tahun berdiri, UNISKA MAB telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia, khususnya di Kalimantan Selatan.

Berbagai capaian akademik, pengembangan riset, pengabdian kepada masyarakat, hingga prestasi mahasiswa menjadi bukti komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan berakhlakul karimah.

Ia berharap semangat inovasi yang ditunjukkan para peserta pada lomba fashion show ini menjadi cerminan karakter UNISKA MAB yang terus berkembang mengikuti zaman tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai keislaman.

"Tampilkanlah penampilan terbaik kalian. Ekspresikan kreativitas dalam memadukan kain sasirangan dengan gaya yang elegan, santun, dan berkelas. Ingatlah bahwa semangat untuk melestarikan budaya serta keberanian untuk tampil percaya diri merupakan kemenangan yang sesungguhnya," pesannya.

Perhelatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi bagi seluruh keluarga besar UNISKA MAB. Sivitas akademika dari berbagai fakultas tampak membaur menikmati jalannya acara yang berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, sekaligus sarat nilai budaya.

Kesuksesan penyelenggaraan fashion show ini tidak lepas dari dukungan berbagai sponsor yang turut berpartisipasi, di antaranya Hijab by Ivan Gunawan, Elysyle Kosmetik, La Tulipe Kosmetik, Nela Sasirangan, Irma Sasirangan, Citra Sasirangan, Lily La Femme, Batik Keris, Baju Bhumi, Sandra Store, PT Harapan Binuang Muda, Heybie Fashion, Zaryta House of Fashion, UNIQLO, MINISO, serta H&M.

Melalui rangkaian kegiatan Milad ke-45 ini, UNISKA MAB kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya lokal serta pembentukan karakter Islami. 

Semangat tersebut diharapkan terus menjadi identitas kampus dalam mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berintegritas, mencintai budaya daerah, dan siap menghadapi tantangan global. (puj)

© Copyright 2022 - Realitas.com