Berita

Breaking News

Kabut Asap Makin Pekat, Partai Ummat Kalsel Bagikan 3.000 Masker Gratis di Handil Bakti

BATOLA (Kalsel), Realitaspost.com   – Kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan mendapat perhatian dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Ummat Kalimantan Selatan.

Di tengah kepungan kabut asap yang semakin pekat, jajaran DPW Partai Ummat Kalsel turun langsung ke lapangan dengan membagikan 3.000 masker gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan.

Aksi sosial tersebut berlangsung di kawasan Simpang Empat Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kamis (24/9/2026) sore.

Pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang harus tetap menjalankan aktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla.

Masker yang dibagikan disiapkan untuk berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pria dewasa, wanita dewasa hingga anak-anak. 

Dengan demikian, warga yang melintas maupun masyarakat sekitar dapat langsung memperoleh perlindungan ketika beraktivitas di luar ruangan.

Sekretaris DPW Partai Ummat Kalsel, Drs Rachmadi, yang mewakili Ketua DPW Partai Ummat Kalsel Muhammad Sadiq Thalib (MST), mengatakan kegiatan tersebut bukan kali pertama dilakukan.

Menurutnya, pembagian masker kepada masyarakat kali ini merupakan kegiatan yang sudah memasuki pelaksanaan ketiga sebagai bentuk respons terhadap kondisi kabut asap yang semakin mengkhawatirkan.

“Ini sudah yang ketiga kalinya kami dari DPW Partai Ummat membagikan masker. Kami melihat kondisi kebakaran hutan dan lahan dari hari ke hari semakin parah, sehingga kami merasa perlu turun langsung membantu masyarakat,” kata Rachmadi.

Ia menjelaskan, sebanyak 3.000 masker sengaja disiapkan dengan sasaran masyarakat yang membutuhkan, termasuk pengguna jalan yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.

“Masker yang kami bagikan sebanyak 3.000 buah. Ada untuk pria dewasa, wanita dewasa dan juga anak-anak,” ujarnya.

Libatkan Jajaran di Berbagai Wilayah

Rachmadi menambahkan, kepedulian terhadap dampak karhutla tidak hanya dilakukan oleh jajaran DPW Partai Ummat di satu lokasi.

Jajaran Partai Ummat di berbagai wilayah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan juga didorong untuk mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang terdampak kabut asap.

“Kami menerjunkan jajaran di berbagai wilayah, baik kota maupun kabupaten yang ada di Kalimantan Selatan. Ini bagian dari kepedulian kami terhadap masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi kabut asap yang muncul akibat karhutla dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, langkah sederhana seperti penggunaan masker menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan asap saat berada di luar ruangan.

Terlebih, masyarakat tidak seluruhnya dapat menghentikan aktivitas. Sebagian warga tetap harus bekerja, bersekolah, berdagang maupun melakukan perjalanan menggunakan kendaraan.

“Pembagian masker ini merupakan langkah antisipasi kami terhadap kondisi udara yang berpotensi terdampak asap kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Selain masyarakat umum, keberadaan anak-anak dan pelajar juga menjadi salah satu perhatian dalam aksi pembagian masker tersebut.

Kelompok anak-anak dinilai membutuhkan perhatian lebih ketika kualitas udara menurun dan paparan asap meningkat.

Karena itu, Partai Ummat Kalsel mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perlindungan diri, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Rachmadi mengimbau warga menggunakan masker dengan benar serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara sedang tidak memungkinkan.

“Kami mengimbau seluruh warga agar menggunakan masker dengan baik dan tetap menjaga kebersihan diri maupun lingkungan. Kesehatan warga menjadi salah satu perhatian yang terus kami jaga,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti arahan dari petugas terkait kondisi karhutla dan kualitas udara.

Menurutnya, pencegahan dampak kabut asap membutuhkan kesadaran bersama. Tidak hanya pemerintah maupun petugas yang bekerja di lapangan, tetapi juga masyarakat perlu mengambil langkah perlindungan diri.

Aksi pembagian masker gratis tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di kawasan Handil Bakti.

Salah seorang pengguna jalan, Rahman, mengaku terbantu dengan adanya pembagian masker tersebut.

Menurutnya, kondisi asap yang cukup pekat membuat masyarakat membutuhkan perlindungan ketika harus beraktivitas di luar rumah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Partai Ummat Kalimantan Selatan yang sudah memberikan masker kepada kami dan pengguna jalan. Dengan adanya masker ini, kami merasa lebih terbantu untuk melindungi diri dari asap,” ujar Rahman.

Ia menilai kegiatan sosial seperti pembagian masker sangat penting dilakukan ketika masyarakat menghadapi kondisi kabut asap.

Rahman berharap kepedulian Partai Ummat terhadap masyarakat dapat terus dilakukan dan memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan.

“Semoga Partai Ummat semakin berjaya dan terus memberikan perhatian kepada masyarakat,” ucapnya.

Partai Ummat Kalsel menegaskan bahwa pembagian masker bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga bagian dari upaya mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ketika terjadi penurunan kualitas udara.

Warga diimbau tidak menganggap sepele kondisi kabut asap. Selain menggunakan masker saat berada di luar ruangan, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila asap semakin pekat.

Masyarakat juga diharapkan menjaga kebersihan lingkungan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Di sisi lain, jajaran Partai Ummat Kalsel menyatakan akan terus berupaya mengambil bagian dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga kesehatan dan saling mengingatkan. Kondisi seperti ini membutuhkan kepedulian semua pihak,” pungkas Rachmadi.

Pembagian 3.000 masker gratis di Handil Bakti menjadi salah satu bentuk kepedulian masyarakat dan organisasi terhadap dampak karhutla yang dirasakan langsung warga.

Di tengah kualitas udara yang memburuk, penggunaan masker, pengurangan aktivitas di luar ruangan dan mengikuti informasi serta arahan petugas menjadi bagian dari upaya masyarakat melindungi diri dari paparan asap. (puj)

© Copyright 2022 - Realitas.com