Berita

Breaking News

Perempuan Jaga Martabat Bangsa, KOWANI Mantapkan Langkah Menuju Indonesia Emas 2045

JAKARTA, Realitaspost.com  - Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menggelar seminar nasional bertema “Peran Perempuan untuk Turut Menjaga Stabilitas dan Martabat Negara Menuju Indonesia Emas 2045” pada Selasa (3/2/2026) di Kampus University of Jakarta International. Kegiatan ini diikuti 700 orang peserta yang terdiri dari Ketua umum organisasi, tokoh perempuan, akademisi, aktivis, serta perwakilan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) se-Indonesia yang bergabung secara daring melalui platform Zoom.

Seminar ini menghadirkan Yenny Wahid, Direktur Wahid Foundation, tokoh nasional dan aktivis perdamaian sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Yenny Wahid menegaskan bahwa peran perempuan khususnya KOWANI sangat strategis dalam menjaga stabilitas nasional melalui penguatan nilai toleransi, perdamaian, serta ketahanan sosial. Menurutnya, Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud jika perempuan terlibat aktif sebagai penjaga moral, demokrasi, dan kemanusiaan.

Usai menyampaikan pidatonya, Yenny Wahid memberikan penutup dengan menyanyikan sebuah lagu tentang sosok “Mama”, yang menggambarkan kasih, keteguhan, dan inspirasi perjuangan perempuan. Penampilan tersebut disambut meriah dan penuh kehangatan oleh para peserta, menciptakan suasana reflektif tentang peran ibu dan perempuan dalam membentuk karakter bangsa.

Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahjanto, dalam sambutannya menekankan bahwa KOWANI yang tengah bersiap memasuki abad ke-2 perjalanan organisasinya memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat peran perempuan di ruang-ruang strategis kebangsaan. Ia menegaskan komitmen KOWANI untuk terus menjadi mitra negara dalam menjaga stabilitas, persatuan, dan martabat bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Arahan strategis juga disampaikan oleh Dewi Motik Pramono, Dewan Pertimbangan KOWANI, yang menyoroti pentingnya kemandirian dan ketangguhan perempuan, khususnya di bidang ekonomi dan kepemimpinan. Menurutnya, stabilitas negara tidak dapat dilepaskan dari kekuatan perempuan yang berdaya, mandiri, dan memiliki akses yang setara dalam pembangunan nasional.

Sementara itu, kontribusi pemikiran turut disampaikan oleh Tenaga Ahli Madya Kedeputian V Kantor Staf Presiden, Cheryl Anelia Tanzil dan mantan wartawan senior, memberikan perspektif mengenai pentingnya komunikasi publik, literasi informasi, serta peran media dalam menjaga stabilitas nasional. Ia menegaskan bahwa perempuan perlu terlibat aktif dalam ruang-ruang strategis informasi untuk menangkal dis-informasi dan memperkuat narasi kebangsaan.

Seminar ini dipandu oleh Erlinda, Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan RI, yang mengarahkan diskusi secara dinamis dan interaktif, sehingga membuka ruang dialog antara narasumber dan peserta baik luring maupun daring.

Melalui kegiatan ini, KOWANI menegaskan perannya sebagai rumah besar gerakan perempuan Indonesia yang konsisten mendorong kontribusi nyata perempuan dalam menjaga stabilitas dan martabat negara, sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

© Copyright 2022 - Realitas.com