BANJARMASIN, Realitaspost.com – Puluhan anggota Gema Seroja Borneo Amuntai bersama keluarga menggelar nonton bareng film Kuyank di KCM Tanjung, Rabu (04/01/2026).
Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh antusias, sekaligus menjadi ajang kebersamaan komunitas tersebut.
Film Kuyank digarap oleh Johansyah Jumberan di bawah naungan DHF Entertainment. Karya ini juga menjadi prekuel dari Saranjana: Kota Gaib, dengan latar budaya Kalimantan Selatan yang kental.
Ketua Gema Seroja Amuntai, Hj. Fatmawati, menyampaikan rasa bangganya terhadap hadirnya film tersebut. Menurutnya, puluhan orang ikut serta dalam nobar kali ini.
“Saya sangat bangga karena film Kuyank benar-benar mengangkat kebudayaan Kalimantan Selatan. Beberapa daerah ditampilkan, termasuk Banjarmasin. Bukan hanya ceritanya, tetapi juga pakaian tradisional, kebiasaan, dan budaya orang Banjar yang terasa kuat. Apalagi salah satu teman kami, Rina Basrindu DD, ikut berperan sebagai kakak si Kuyank,” ujarnya.
Ia menambahkan, film ini memberi ruang bagi generasi muda untuk mengenal cerita-cerita lama yang dahulu hanya didengar dari orang tua atau nenek moyang.
Menurutnya, alur cerita yang memadukan unsur sedih, bahagia, hingga horor membuat film ini semakin berkesan.
Hj Fatmawati juga menilai kehadiran film ini menjadi bukti bahwa industri perfilman nasional mulai membuka ruang lebih luas bagi budaya daerah, khususnya Banjar.
“Sekarang perfilman Indonesia sudah mulai mengenalkan suku Banjar dan budaya Kalimantan Selatan. Mudah-mudahan ke depan akan semakin banyak film daerah Banjar yang diangkat dengan berbagai tradisi dan kisah lokal lainnya,” tambahnya.
Film ini mengisahkan Rusmiati, gadis desa sederhana yang diperankan oleh Putri Intan Kasela, yang menikah dengan Badri (diperankan oleh Rio Dewanto).
Pernikahan mereka dipercaya membawa kesialan berdasarkan ramalan dukun setempat. Tekanan adat dan lingkungan membuat Rusmiati terseret ke dalam ilmu hitam Kuyank makhluk mitologi Banjar yang dikenal memangsa bayi dan perempuan hamil.
Selain Rio Dewanto dan Putri Intan Kasela, film ini juga dibintangi oleh Ochi Rosdiana, Jolene Marie, Barry Prima, Rina Basrindu DD, Dayu Wijanto, Ananda George, Betari Ayu, Hazman Al Idrus, serta Ellizabeth Christine.
Melalui film ini, para penonton menilai Kuyank menjadi langkah positif dalam melestarikan budaya Banjar lewat medium perfilman, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi cerita-cerita lokal Kalimantan Selatan untuk dikenal di tingkat nasional.



Berita