Berita

Breaking News

Hari Kebaya Nasional Ke-3 DPC Srikandi Pemuda Pancasila Banjarbaru, Padukan Pelestarian Budaya dengan Edukasi Kesehatan Mental

BANJARBARU, Realitaspost.com   – Semangat melestarikan budaya bangsa berpadu dengan kepedulian terhadap isu kesehatan mental mewarnai peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 Tahun 2026 yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Pemuda Pancasila Banjarbaru bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Srikandi Pemuda Pancasila Kalimantan Selatan.

Mengusung tema "Pesona Kebaya Indonesia untuk Dunia", kegiatan tersebut berlangsung meriah di Aula Gawi Sabarataan Banjarbaru, Sabtu (25/7/2026).

Tak sekadar menjadi ajang mengenakan kebaya, peringatan ini dikemas lebih edukatif melalui Seminar Kesehatan Mental Perempuan dan Keluarga serta Lomba Fashion Show Kebaya Nasional. 

Ratusan peserta dari berbagai kalangan perempuan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara yang bertujuan memperkuat kecintaan terhadap budaya sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan keluarga.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi sekaligus membuka acara secara resmi. 

Hadir pula perwakilan sejumlah organisasi perempuan, di antaranya Gabungan Organisasi Wanita (GOW), LPD Kalsel, BKS PP, KICI KATALIA, KRBB, SOKSI, serta berbagai komunitas perempuan lainnya.

Seminar kesehatan mental menghadirkan narasumber drg. Sinta Dyah Amrih Lestari, Sp.KJ, dengan moderator Wahdina Hayati, SE, mengangkat tema "Peran Perempuan dalam Kesehatan Mental Keluarga". 

Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya peran perempuan sebagai pilar utama dalam menciptakan keluarga yang sehat secara emosional maupun psikologis.

Dalam sambutannya, Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi menyampaikan apresiasi kepada DPC dan DPW Srikandi Pemuda Pancasila yang berhasil menghadirkan kegiatan dengan konsep yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, Hari Kebaya Nasional merupakan momentum penting untuk mengingatkan seluruh perempuan Indonesia bahwa kebaya bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan simbol identitas, karakter, dan kebanggaan bangsa yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

"Alhamdulillah hari ini kita memperingati Hari Kebaya Nasional bersama DPC Srikandi Pemuda Pancasila Banjarbaru. Semoga kegiatan ini berjalan dengan baik dan semakin banyak perempuan yang bangga mengenakan kebaya. 

Antusias peserta, khususnya pada lomba fashion show, sangat luar biasa dan mudah-mudahan ke depan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan," ujarnya.

Ellyana mengatakan perkembangan dunia fashion justru membuka peluang besar bagi kebaya untuk semakin diterima generasi muda.

Menurutnya, inovasi desain yang lebih modern tanpa menghilangkan unsur budaya membuat kebaya kini dapat dikenakan dalam berbagai aktivitas, tidak hanya pada acara resmi.

"Kebaya bukan hanya untuk acara formal. Sekarang banyak model yang lebih kekinian, nyaman digunakan sehari-hari, namun tetap mempertahankan identitas kebaya Indonesia. Inilah cara kita menjaga budaya agar tetap hidup dan terus dicintai masyarakat," katanya.

Selain menyoroti pentingnya pelestarian budaya, Ellyana menilai isu kesehatan mental menjadi persoalan yang tidak kalah penting. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis perempuan, anak maupun anggota keluarga lainnya.

Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang terjadi saat ini tidak sedikit dipicu oleh gangguan kesehatan mental yang tidak tertangani sejak dini. Karena itu, keluarga harus menjadi ruang pertama yang menghadirkan rasa aman, nyaman, dan saling mendukung.

"Jangan menganggap masalah kesehatan mental sebagai sesuatu yang sepele. Ketika melihat keluarga, teman atau orang di sekitar mengalami persoalan psikologis, dampingi mereka dan arahkan untuk mendapatkan bantuan dari tenaga profesional maupun layanan kesehatan yang tersedia," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Srikandi Pemuda Pancasila Banjarbaru, Rahmawaty, SH., MH, di dampingi Lies Noor Marilyn, SE mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara DPC Srikandi PP Banjarbaru dengan DPW Srikandi Pemuda Pancasila Kalimantan Selatan dalam mendorong perempuan menjadi pribadi yang maju, mandiri, dan berdaya tanpa meninggalkan akar budaya bangsa.

Menurut Rahmawaty, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga sekaligus menjaga nilai-nilai budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

"Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan dapat menjadi sosok yang berdaya, aktif, dan mampu berkontribusi dalam berbagai bidang, namun tetap menjaga kearifan lokal melalui kebaya sebagai identitas budaya bangsa," ungkapnya. 

Ia menjelaskan, pihaknya sengaja menggabungkan seminar kesehatan mental dengan peringatan Hari Kebaya Nasional agar peserta tidak hanya menikmati kemeriahan lomba fashion show, tetapi juga memperoleh wawasan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Harapannya perempuan tidak hanya tampil anggun mengenakan kebaya, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang kuat sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan dalam keluarga maupun kehidupan sosial," ujarnya.

Di sisi lain, Ketua DPW Srikandi Pemuda Pancasila Kalimantan Selatan, Kristin Mariyani, SE., MM, menegaskan bahwa kebaya merupakan warisan budaya yang harus dijaga bersama. 

Ia menyebut Indonesia bersama Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand telah mengusulkan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda kepada UNESCO sebagai bentuk pengakuan atas nilai budaya yang dimiliki kawasan Asia Tenggara.

Kristin mengaku bangga melihat antusiasme peserta yang hadir mengenakan kebaya dengan berbagai corak dan model khas Nusantara.

"Kami bangga melihat ibu-ibu hari ini tampil cantik mengenakan kebaya. Ini menunjukkan bahwa kebaya tetap dicintai masyarakat dan menjadi identitas yang patut kita lestarikan," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan kesehatan mental merupakan isu yang semakin kompleks sehingga membutuhkan kepedulian semua pihak.

"Banyak peristiwa di sekitar kita terjadi karena kurangnya kepedulian terhadap kondisi mental seseorang. Mari kita mulai dari lingkungan keluarga, teman, maupun sahabat. Jika ada yang sedang mengalami kesulitan, jangan biarkan mereka menghadapi semuanya sendiri. Berikan dukungan dan semangat agar mereka berani mencari pertolongan," ujarnya.

Selain seminar, lomba Fashion Show Kebaya Nasional menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang paling menyita perhatian. Para peserta tampil percaya diri membawakan beragam model kebaya yang memadukan sentuhan tradisional dan modern. Sorak sorai penonton memenuhi aula saat para peserta memperagakan busana terbaik mereka di atas panggung.

Melalui kegiatan ini, DPC Srikandi Pemuda Pancasila Banjarbaru berharap semangat mencintai kebaya sebagai identitas nasional terus tumbuh di tengah masyarakat.

Di saat yang sama, penyelenggara juga ingin mengajak masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan mental perempuan dan keluarga sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat, tangguh, berkarakter, dan berdaya saing. (puj)

© Copyright 2022 - Realitas.com