BANJARMASIN, Realitaspost.com – Dua belas tahun perjalanan Hotel Summer Banjarmasin menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menyusun strategi menghadapi tantangan bisnis.
Dalam perayaan hari ulang tahunnya tahun ini, pihak hotel kembali menggelar aksi donor darah sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan setiap tahun sejak hotel mulai beroperasi tersebut menjadi salah satu cara Hotel Summer merayakan pertumbuhan usahanya.
Melalui kegiatan ini, pihak hotel menargetkan terkumpul 50 kantong darah untuk membantu memenuhi kebutuhan darah melalui Palang Merah Indonesia (PMI).
Owner Hotel Summer Banjarmasin, Budi Salim, menyampaikan bahwa peringatan hari jadi perusahaan tidak harus selalu diisi dengan seremoni.
Menurutnya, perayaan akan lebih berarti apabila disertai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi orang lain.
Karena itu, pihaknya turut mengajak pengelola hotel lain dan berbagai elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah tersebut.
"Kami juga mengundang rekan-rekan dari hotel lain dan berbagai pihak untuk ikut berpartisipasi. Jadi, selain merayakan ulang tahun, kami ingin ada kegiatan sosial yang manfaatnya bisa dirasakan orang lain," kata Budi.
Ia berharap kegiatan yang telah berlangsung selama 12 tahun ini dapat terus dipertahankan dan menarik lebih banyak peserta pada masa mendatang.
Selain donor darah, rangkaian peringatan HUT Hotel Summer juga diisi dengan aksi gotong royong, membersihkan lingkungan, serta kegiatan kebersamaan bersama karyawan. Berbagai penawaran promosi turut disiapkan untuk menyambut para tamu.
Di tengah perayaan tersebut, Budi mengungkapkan bahwa kondisi industri perhotelan di Banjarmasin sedang menghadapi sejumlah tantangan. Pelemahan ekonomi, penurunan jumlah pengunjung, serta kenaikan biaya operasional menjadi faktor yang memengaruhi aktivitas usaha.
Situasi itu juga diperberat oleh kabut asap dan pemadaman listrik bergilir yang sempat terjadi, sehingga menambah tantangan bagi pengelola hotel dalam menjalankan operasional sehari-hari.
Sebagai bagian dari Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Banjarmasin, Budi menilai kondisi tersebut menjadi persoalan bersama yang membutuhkan perhatian seluruh pelaku industri.
"Tahun ini cukup berat bagi teman-teman perhotelan. Kondisi ekonomi mengalami penurunan, ditambah kabut asap dan pemadaman listrik bergilir yang sempat terjadi. Sementara itu, biaya operasional meningkat dan jumlah pengunjung cenderung berkurang," ungkapnya.
Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah juga berpengaruh terhadap tingkat aktivitas hotel. Berkurangnya agenda pemerintahan dan acara berskala nasional menyebabkan kesempatan untuk mendapatkan kunjungan rombongan dalam jumlah besar menjadi lebih terbatas.
Padahal, kegiatan seperti rapat, seminar, pertemuan, dan berbagai acara resmi selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi industri perhotelan.
Meski menghadapi situasi yang tidak mudah, Budi memilih untuk tetap optimistis. Ia menilai pelaku usaha perlu mencari alternatif pemasaran, mengembangkan layanan, serta memanfaatkan peluang pasar yang masih tersedia.
Salah satu strategi yang ditempuh Hotel Summer adalah memperkuat pasar lokal melalui penawaran pengalaman menginap yang lebih menarik. Masyarakat Banjarmasin dan daerah sekitarnya menjadi salah satu segmen yang ingin dioptimalkan.
Hotel Summer di kawasan Kilometer 21 Banjarmasin, misalnya, menawarkan konsep staycation bagi masyarakat yang ingin berlibur dan menikmati waktu bersama keluarga tanpa perlu melakukan perjalanan jauh.
Budi menjelaskan, penyesuaian harga dan pengembangan paket menginap menjadi bagian dari upaya untuk menjaga minat pengunjung di tengah berkurangnya tamu dari luar daerah.
"Kami berusaha mencari pendekatan baru, termasuk menyesuaikan harga dan menawarkan konsep staycation. Ketika kunjungan dari luar daerah menurun, pasar lokal perlu dioptimalkan, terutama masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya," jelasnya.
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, hotel tersebut juga melakukan pembaruan pada sejumlah fasilitas. Kamar-kamar ditata dengan desain yang lebih modern, dilengkapi kolam renang, ballroom, ruang pertemuan, serta restoran dengan konsep kekinian.
Tak berhenti sampai di situ, manajemen berencana menambah daya tarik melalui pembangunan area mini zoo di bagian belakang hotel.
Rencana tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan aktivitas bagi pengunjung, terutama keluarga yang ingin menikmati rekreasi sekaligus menghabiskan waktu bersama.
Melalui pengembangan fasilitas dan penyesuaian layanan, Hotel Summer berupaya menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan menginap, tetapi juga menawarkan pilihan rekreasi bagi masyarakat.
Sinergi Pemerintah dan Pelaku Usaha Diperlukan
Budi menilai kebangkitan sektor perhotelan dan pariwisata di Kalimantan Selatan membutuhkan kerja sama yang kuat antara pelaku usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Ia berharap semakin banyak kegiatan yang mampu menarik wisatawan, mendorong kunjungan dari luar daerah, serta menghidupkan aktivitas ekonomi di Banjarmasin dan wilayah sekitarnya.
Menurutnya, dampak positif dari meningkatnya kunjungan wisatawan tidak hanya dinikmati oleh pengelola hotel. Restoran, UMKM, tenaga kerja, hingga berbagai sektor usaha pendukung juga berpeluang merasakan manfaatnya.
Karena itu, dukungan terhadap agenda pariwisata dan kegiatan berskala besar dinilai penting untuk memperluas perputaran ekonomi daerah.
Di sisi lain, para pelaku usaha juga dituntut untuk terus berinovasi, menjaga kualitas pelayanan, dan membangun kolaborasi agar mampu menghadapi perubahan kondisi pasar.
"Walaupun banyak masalah dan tantangan, kita harus tetap yakin dan optimistis. Teman-teman hotel dan pariwisata harus tetap solid. Kita cari peluang lain dan menggali potensi yang masih bisa dikembangkan," tegasnya.
Perayaan HUT ke-12 Hotel Summer Banjarmasin menjadi refleksi bahwa perjalanan bisnis bukan hanya tentang mempertahankan pendapatan, tetapi juga menjaga komitmen sosial dan kemampuan beradaptasi.
Di tengah tekanan yang dihadapi industri perhotelan, aksi donor darah menjadi wujud bahwa kepedulian terhadap masyarakat tetap dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlangsungan usaha.
Dengan mengembangkan layanan, memperluas pasar, dan memperkuat kerja sama, Hotel Summer berharap dapat terus bertahan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan perkembangan pariwisata Kalimantan Selatan. (puj)





Berita