Berita

Breaking News

Maulid Nabi dan Doa Bersama HUT RI ke-81, Muslimah Purnama Gaungkan Keteladanan Rasul dan Semangat Cinta Tanah Air

BANJARBARU, Realitaspost.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkuat nilai keagamaan, mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat membangun bangsa.

Semangat tersebut tergambar dalam kegiatan yang digelar Majelis Ta’lim Muslimah Purnama, yang melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus doa bersama untuk HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Kegiatan berlangsung di Bajuang Hati, Balai Juang Hajjah Titien, Kota Banjarbaru, dengan suasana penuh keakraban dan kekhidmatan.

Mengangkat tema “Meneladani Rasul SAW, Wujud Cinta sebagai Warga Negara RI”, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi para jamaah untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah SAW sekaligus mendoakan bangsa Indonesia agar senantiasa diberikan kedamaian, kemakmuran dan keberkahan.

Menariknya, semarak kemerdekaan begitu terasa dalam kegiatan tersebut. Para peserta tampil kompak mengenakan dress gamis bernuansa merah putih, memadukan suasana religius dengan semangat nasionalisme.

Warna merah putih yang dikenakan para jamaah bukan sekadar pelengkap kegiatan, tetapi menjadi simbol kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat tersebut kemudian dipadukan dengan pesan utama Maulid Nabi, yakni bagaimana keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Sejumlah tokoh organisasi perempuan dan komunitas turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Hj. Syarifah Neni, Ketua IWAPI Kalsel, Hj. Shinta Lasmi Dewi, SE, Ketua IKAPRI Kalsel, Hj. Syarifah Ruqayah, SE, Ketua IKK-HSS Kalsel, Hj. Martha Amin Santang, Ketua Grandma Kalsel, Erni, Ketua BKS PP Kalsel, Lies Noor Marlina, serta Nawang, Ketua P2LIPI Kalsel.

Kehadiran para tokoh perempuan dari berbagai organisasi tersebut semakin menambah semarak kegiatan sekaligus menunjukkan kuatnya jalinan silaturahmi antarperempuan di Kalimantan Selatan.

Kegiatan tersebut dipandu dan dihadiri Khadimul Majelis Hj. Titin Sumarni, sedangkan tausiyah Maulid disampaikan Ustazah Syarifah Zahra Bahar.

Keteladanan Rasul Dimulai dari Menjaga Lisan

Dalam ceramahnya, Ustazah Syarifah Zahra Bahar mengajak seluruh jamaah, khususnya kaum perempuan, untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam menjalani kehidupan.

Menurutnya, mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan memperingati hari kelahiran beliau, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku, akhlak dan sikap dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu hal penting yang ditekankannya adalah bagaimana seorang perempuan mampu menjaga lisannya.

Ia mengingatkan agar perempuan tidak mudah mengeluarkan perkataan yang dapat menyakiti hati orang lain, menghindari fitnah serta tidak merendahkan siapa pun.

“Semoga kita semua dijadikan perempuan-perempuan salehah, perempuan yang bisa meneladani akhlak Rasulullah, perempuan yang mampu menjaga lisan dari menyakiti orang lain,” pesan Ustazah Syarifah Zahra.

Menurutnya, menjaga lisan merupakan bagian penting dari akhlak seorang muslimah. Sebab, perkataan yang keluar dari mulut dapat menjadi kebaikan, tetapi juga dapat menimbulkan luka dan persoalan apabila tidak dijaga.

Karena itu, ia mengajak para jamaah untuk membiasakan diri berbicara dengan baik, menghindari perkataan yang dapat menimbulkan permusuhan serta menjaga hubungan baik dengan sesama.

“Jangan memfitnah orang lain dan jangan merendahkan orang lain, siapapun dia,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa perempuan memiliki posisi penting dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Perempuan yang memiliki akhlak baik akan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun keluarga yang kuat.

Lebih jauh, perempuan juga memiliki peran besar dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.

“Semoga Allah menjadikan kita perempuan-perempuan penopang negara yang kokoh, perempuan-perempuan penopang negara yang kuat, yang dapat mendidik generasi-generasi Indonesia menjadi generasi yang baik,” tuturnya.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga dimanfaatkan untuk memanjatkan doa bagi bangsa dan negara.

Ustazah Syarifah Zahra berharap Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, diberikan pemimpin yang baik, jujur dan adil serta mampu membawa masyarakat menuju kehidupan yang makmur.

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk terus mendoakan Indonesia agar menjadi negara yang aman, tenteram, adil dan makmur.

“Semoga negara kita Indonesia dijadikan negara yang adil, negara yang makmur dan negara yang subur,” harapnya.

Pesan tersebut semakin relevan karena peringatan Maulid Nabi kali ini dilaksanakan tepat pada momentum perayaan kemerdekaan Indonesia.

Keteladanan Rasulullah SAW, menurutnya, dapat menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan berbangsa. Nilai kejujuran, keadilan, kepedulian, kasih sayang dan sikap menghargai sesama merupakan nilai yang sangat penting untuk terus ditanamkan.

Majelis Ta’lim Muslimah Purnama Konsisten Gelar Pengajian

Khadimul Majelis Ta’lim Muslimah Purnama, Hj. Titin Sumarni, mengatakan kegiatan Maulid Nabi merupakan agenda yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk berkumpul, mempererat silaturahmi dan meningkatkan pengetahuan keagamaan.

“Untuk kegiatan seperti memperingati Maulid ini setiap tahun kami mengadakan. Selain itu, pengajian juga rutin kami laksanakan seminggu sekali pada Jumat Berkah,” jelas Hj. Titin.

Ia berharap keberadaan Majelis Ta’lim Muslimah Purnama dapat terus memberikan manfaat bagi para jamaah dan masyarakat.

Menurutnya, majelis taklim bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan menjadi ruang untuk memperkuat keimanan, memperdalam ilmu agama dan saling mengingatkan dalam kebaikan.

“Semoga pada Maulid ini kita semakin menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta mendapatkan syafaat dari Baginda Rasulullah SAW,” ujarnya.

Hj. Titin juga mengungkapkan rasa syukurnya karena seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Antusiasme para undangan juga terlihat dari banyaknya tokoh organisasi perempuan dan komunitas yang hadir.

“Alhamdulillah lancar kegiatan kita hari ini. Tamu undangan dari berbagai organisasi perempuan maupun komunitas hadir,” ungkapnya.

Melihat antusiasme tersebut, pihaknya berencana menjadikan kegiatan Maulid di tahun-tahun mendatang lebih besar dan semarak.

“Insyaallah tahun depan akan lebih besar lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Hj. Syarifah Neni, Ketua IWAPI Kalsel, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Majelis Ta’lim Muslimah Purnama.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Alhamdulillah kita mengapresiasi kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan keagamaan seperti ini memberikan suasana yang menenangkan sekaligus menjadi ruang untuk mendapatkan nasihat dan keteladanan.

Menurutnya, keberadaan para orang tua dan tokoh perempuan yang memberikan santunan, perhatian serta teladan menjadi sesuatu yang patut disyukuri.

“Dalam peringatan Maulid ini kita merasa terayomi, masih punya orang tua yang banyak memberikan santunan dan teladan,” katanya.

Ia pun mengapresiasi pesan yang disampaikan Ustazah Syarifah Zahra Bahar, terutama mengenai pentingnya meneladani kehidupan Rasulullah SAW.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagaimana seorang perempuan menjaga sikap, perkataan dan perilakunya.

“Mudah-mudahan kita bisa menjalankan apa yang disampaikan penceramah, bagaimana meneladani kehidupan sehari-hari Rasulullah dan bagaimana kita menjadi perempuan yang salehah,” ucapnya.

Hj. Syarifah Neni juga mengajak seluruh perempuan untuk terus memperbanyak kegiatan positif, mempererat silaturahmi dan menjadikan majelis taklim sebagai tempat untuk menambah ilmu serta memperkuat hubungan persaudaraan.

Menurutnya, semakin sering seseorang menghadiri majelis ilmu, semakin banyak pula kesempatan untuk mendapatkan nasihat dan pengingat dalam menjalani kehidupan.

“Semoga di sisa umur kita bisa terus berbuat baik, tidak tinggi hati, selalu terjalin silaturahmi dan semakin sering datang ke majelis,” pesannya.

Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh dalam peringatan Maulid tersebut tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Sebaliknya, pesan keagamaan dan keteladanan Rasulullah SAW dapat dibawa pulang dan diterapkan dalam keluarga serta lingkungan masing-masing.

“Acara ini bisa kita jadikan sebagai pegangan dalam hidup kita,” tegasnya.

Merah Putih, Maulid dan Doa untuk Indonesia

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dikemas bersamaan dengan doa HUT ke-81 RI tersebut akhirnya menjadi momentum yang sarat makna.

Di satu sisi, jamaah diajak mengenang sosok Rasulullah SAW dan meneladani akhlaknya. Di sisi lain, mereka juga diajak merenungkan makna kemerdekaan serta memperkuat rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Kombinasi nuansa merah putih dengan lantunan doa dan tausiyah membuat kegiatan tersebut terasa berbeda. Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui atribut, tetapi juga melalui doa dan harapan agar Indonesia terus menjadi negara yang aman, damai, adil dan makmur.

Bagi Majelis Ta’lim Muslimah Purnama, peringatan Maulid Nabi dan HUT RI menjadi pengingat bahwa membangun bangsa dapat dimulai dari hal-hal sederhana: memperbaiki akhlak, menjaga lisan, memperkuat keluarga, mendidik generasi dan terus menebarkan kebaikan.

Dari majelis perempuan, pesan itu pun digaungkan: mencintai Rasulullah diwujudkan dengan meneladani akhlaknya, sementara mencintai Indonesia diwujudkan dengan menjadi warga negara yang baik dan memberi manfaat bagi sesama. (puj)

© Copyright 2022 - Realitas.com