Berita

Breaking News

Tiga Dekade Lebih Berkarya, Kerukunan Wanita Tapin Teguhkan Peran Perempuan

BANJARMASIN, Realitaspost.com  – Tiga puluh satu tahun perjalanan Kerukunan Wanita Tapin (KWT) menjadi momentum untuk mempererat kembali hubungan kekeluargaan sekaligus memperkuat kiprah perempuan dalam berbagai bidang kehidupan.

Peringatan HUT ke-31 KWT Tapin berlangsung di Restoran Lima Rasa, Jalan A Yani Kilometer 2,5 Banjarmasin, Kamis (10/9/2026). Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan yang mempertemukan para anggota dan sejumlah undangan tersebut.

Hadir dalam kesempatan itu Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin yang diwakili Plt Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Husnul Hatimah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel Yusi, Pembina KWT Hj Masrufah Syarifuddin, Ketua KWT Hj Resny, perwakilan Pemerintah Kabupaten Tapin serta para undangan lainnya.

Mewakili Gubernur Kalsel, Husnul Hatimah mengatakan perjalanan 31 tahun KWT Tapin merupakan capaian yang patut diapresiasi. Sebab, organisasi tersebut dinilai mampu mempertahankan semangat persaudaraan sekaligus menjadi wadah bagi perempuan untuk beraktivitas dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

Ia menyebut keberadaan KWT Tapin selama lebih dari tiga dekade membuktikan bahwa organisasi perempuan dapat terus tumbuh dengan berlandaskan kebersamaan.

“Usia 31 tahun menunjukkan perjalanan yang panjang. KWT Tapin telah menjadi ruang berkumpulnya perempuan dari berbagai latar belakang yang memiliki semangat yang sama untuk menjaga silaturahmi dan memberikan pengabdian,” kata Husnul.

Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak cukup hanya dilihat dari pembangunan jalan, gedung maupun infrastruktur lainnya. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui keluarga, juga memiliki peran yang sangat menentukan.

Keluarga yang harmonis dan kuat akan menjadi lingkungan awal dalam membentuk karakter generasi penerus. Begitu pula dengan kepedulian serta kebersamaan masyarakat yang menjadi modal sosial dalam pembangunan.

“Perempuan mempunyai peran yang sangat penting dalam proses tersebut dan keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari pembangunan,” ujarnya.

Husnul menambahkan, ruang pengabdian perempuan kini semakin luas. Tidak hanya menjalankan peran di dalam rumah tangga, perempuan juga telah mengambil bagian dalam berbagai profesi dan aktivitas sosial.

Mulai dari pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, UMKM, pemerintahan hingga kegiatan organisasi, perempuan dinilai telah memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat.

Atas dasar itu, Pemprov Kalsel terus mendorong peningkatan kapasitas perempuan agar semakin mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan.

“Perempuan harus terus mendapatkan ruang untuk berkembang. Mereka bukan sekadar pelengkap pembangunan, tetapi merupakan salah satu kekuatan yang turut menentukan arah dan masa depan daerah,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Tapin turut menyampaikan apresiasi atas konsistensi KWT Tapin selama 31 tahun.

Menurutnya, lamanya perjalanan organisasi tersebut menjadi gambaran kuatnya rasa persaudaraan yang dibangun para anggotanya.

“Selamat ulang tahun ke-31 KWT Tapin. Perjalanan selama ini membuktikan bahwa kekompakan dan semangat kekeluargaan mampu membuat organisasi tetap bertahan dan berkembang,” katanya.

Ia berharap Kerukunan wanitaTapin tidak berhenti sebagai wadah pertemuan dan silaturahmi, namun terus melahirkan kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Terlebih, perempuan mempunyai posisi penting dalam membentuk keluarga sekaligus mempersiapkan generasi yang berkualitas.

“Semoga KWT Tapin semakin kompak, semakin maju dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” harapnya.

Pembina Kerukunan Wanita Tapin (KWT) Hj Masrufah Syarifuddin juga memberikan apresiasi terhadap semangat para anggota. Ia menilai usia bukan alasan untuk berhenti aktif dan berkarya.

Menurut Masrufah, sejumlah kegiatan yang telah dilakukan KWT menunjukkan tingginya kepedulian para anggotanya terhadap lingkungan dan masyarakat.

Ia mencontohkan kegiatan jalan sehat yang dipadukan dengan aksi bersih-bersih dan memungut sampah di kawasan Menara Pandang Banjarmasin.

“Yang ikut jalan sehat sekaligus memungut sampah itu ibu-ibu kita. Walaupun sudah berusia, semangatnya tetap muda. Ini luar biasa dan bisa menjadi contoh bagi kami,” ungkapnya.

Ketua KWT Tapin Hj Resny menegaskan bahwa kekuatan utama organisasi selama ini terletak pada silaturahmi.

Baginya, komunikasi dan hubungan kekeluargaan antaranggota harus terus dirawat agar KWT tetap solid dalam menjalankan setiap program.

“Bagi kami, silaturahmi merupakan syarat mutlak supaya kerukunan ini tetap berjalan,” kata Resny.

Pada perayaan HUT ke-31 itu, KWT Tapin juga memperkenalkan Mars KWT. Peluncuran tersebut diharapkan semakin memperkuat identitas sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di antara para anggota.

Resny berharap Mars KWT yang telah diluncurkan dapat menjadi penyemangat dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi ke depan.

“Semoga Mars ini benar-benar menyatu dalam jiwa kita. Dengan begitu, program-program yang direncanakan bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

HUT ke-31 KWT Tapin akhirnya bukan sekadar seremoni pertambahan usia organisasi. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa semangat perempuan untuk bersilaturahmi, berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat masih terus tumbuh.

Dengan kekompakan yang selama ini terjaga, KWT Tapin diharapkan mampu memasuki fase berikutnya dengan semangat baru dan kontribusi yang semakin luas bagi keluarga, masyarakat dan pembangunan Kalimantan Selatan. (puj)

© Copyright 2022 - Realitas.com