BANJARMASIN, Realitaspost.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Kerukunan Wanita Tapin sekaligus menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-81 dengan tema " Lestarikan Budaya Bersih demi Terwujudnya Kehidupan yang Sehat ". Para perempuan asal Tapin yang berada di perantauan menggelar kegiatan jalan santai di kawasan Siring Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Sabtu (29/8/2026).
Tidak sekadar berolahraga, kegiatan tersebut dikemas dengan aksi peduli lingkungan. Para peserta secara bersama-sama memungut sampah yang ditemukan di sepanjang kawasan Siring, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Kegiatan ini menjadi salah satu cara Kerukunan Wanita Tapin mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga rasa kebersamaan sesama perempuan asal Kabupaten Tapin yang kini berdomisili maupun beraktivitas di Kota Banjarmasin.
Pembina Kerukunan Wanita Tapin, Hj. Masrupah Syarifuddin, mengatakan keberadaan organisasi tersebut menjadi wadah bagi perempuan asal Tapin di perantauan untuk terus menjaga hubungan kekeluargaan.
“Jadi kami ini ada perkumpulan Wanita Tapin perantauan yang ada di Banjarmasin. Saya diminta sebagai pembina di sini. Alhamdulillah, hari ini kita bisa melaksanakan kegiatan dalam rangka HUT ke-31 Wanita Tapin,” ujarnya.
Menurut Masrupah, peringatan HUT tahun ini sengaja tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Jalan santai dipadukan dengan aksi memungut sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengajak para peserta menerapkan pola hidup sehat.
“Hari ini ada kegiatan jalan santai sekaligus memungut sampah. Jadi bukan olahraga saja, tetapi sambil memungut dan membersihkan sampah. Alhamdulillah, luar biasa antusiasnya,” katanya.
Ia berharap aksi tersebut dapat menjadi contoh sederhana yang kemudian berkembang menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Sebab, menurutnya, persoalan kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak berhenti hanya pada kegiatan hari ini. Tetapi bisa menumbuhkan kebiasaan untuk selalu menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” tuturnya.
Selain jalan santai dan aksi pungut sampah, kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai pengelolaan sampah yang melibatkan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Masrupah mengapresiasi keterlibatan mahasiswa tersebut karena memberikan tambahan pengetahuan kepada peserta mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah dengan baik.
“Dengan adanya penyuluhan dari mahasiswa ULM, kita juga mendapatkan pengetahuan bagaimana sampah itu bisa dikelola dengan baik. Jadi kegiatan ini tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memberikan edukasi dan manfaat bagi lingkungan,” ungkapnya.
Syamsir Rahman: Wanita Tapin Harus Terus Solid
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, Ir. H. Syamsir Rahman, M.S, turut menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat atas perjalanan Kerukunan Wanita Tapin yang telah memasuki usia ke-31 tahun.
Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut memiliki nilai penting dalam menjaga silaturahmi perempuan asal Tapin, khususnya mereka yang berada di luar daerah.
“Selamat Hari Jadi Kerukunan Wanita Tapin yang ke-31. Kegiatan ini merupakan silaturahmi agar tetap terjaga antara wanita-wanita Tapin yang dibungkus dalam sebuah wadah organisasi,” ujarnya.
Ia menilai pertemuan dan kegiatan bersama seperti itu bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk melepas kerinduan terhadap kampung halaman serta memperkuat hubungan kekeluargaan.
Menurut Syamsir, Wanita Tapin memiliki karakter tersendiri yang terlihat dari kuatnya rasa kebersamaan, persatuan dan rasa memiliki terhadap organisasi.
“Dengan bertemu, rasa kangen bisa hilang. Dan dengan bertemu akan memperpanjang usia,” katanya.
Ia berharap dukungan terhadap organisasi perempuan asal Tapin tersebut juga dapat terus diperkuat, termasuk dari Pemerintah Kabupaten Tapin. Dukungan tersebut dinilai penting agar berbagai program dan kegiatan organisasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Saya berharap Pemerintah Kabupaten Tapin dapat membantu, seperti dalam finansial atau anggaran agar bisa diberikan,” harapnya.
Syamsir juga berpesan agar seluruh pengurus dan anggota tetap menjaga kekompakan. Perbedaan pendapat maupun dinamika organisasi, menurutnya, harus disikapi dengan saling menghargai dan mengedepankan kepentingan bersama.
“Berharap organisasi ini tetap ada, solid, tidak boleh saling iri, saling menghargai dan diberi kepercayaan kepada pengurus untuk terus bergerak,” tegasnya.
Ia pun berharap Kerukunan Wanita Tapin dapat terus bertahan dan memberikan manfaat bagi anggotanya maupun masyarakat luas.
“Semoga organisasi wanita Tapin ini tetap kokoh dan jaya selamanya sampai menutup mata,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-31 Kerukunan Wanita Tapin akhirnya bukan hanya menjadi ajang perayaan bertambahnya usia organisasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kesehatan, menumbuhkan kepedulian lingkungan serta merawat identitas dan kebersamaan perempuan asal Tapin di perantauan.
Semangat memperingati kemerdekaan pun diwujudkan melalui langkah sederhana: berjalan bersama, membersihkan lingkungan dan terus menjaga persatuan. (puj)










Berita