Berita

Breaking News

BKS Pemuda Pancasila Kalsel Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Pengabdian Sosial

BANJARMASIN, Realitaspost.com - Badan Kesejahteraan Sosial (BKS) Pemuda Pancasila Kalimantan Selatan resmi memiliki kepengurusan baru setelah dilantik Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Kalsel. 

Pelantikan berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Minggu (13/9/2026), sekaligus dirangkai dengan peringatan Milad ke-7 BKS Pemuda Pancasila Kalimantan Selatan. 

Acara berlangsung semarak dengan berbagai pertunjukan hiburan dan budaya. Tarian Banjar, fashion show serta penampilan dance turut mengisi rangkaian kegiatan. Nuansa syukuran juga ditandai dengan pemotongan tujuh tumpeng dan tujuh kue sebagai simbol usia ke-7 BKS Pemuda Pancasila.

Sejumlah unsur organisasi, lembaga dan komunitas turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya perwakilan Ketua MPW Pemuda Pancasila Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman, Wakil Ketua Harian, Yama, Sekretaris MPW PP Kalsel Adi Kartika, Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, DPP FKPWK Kalsel, BKOW, IKWI Kalsel, Soksi Kalsel, PPLIPI Kalsel dan Banjarmasin, KPPG Kalsel, Srikandi Pemuda Pancasila Kalsel, Banjarmasin dan Banjarbaru, IKAPRI Kalsel, Seni Kebudayaan, Perwira Kalsel, KPB Kalsel, NSC, Katalia Kalsel, LPD Kalsel, HSS, Gema Seroja, KICI Kota Banjarmasin serta sejumlah organisasi dan komunitas lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua MPW Pemuda Pancasila Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman yang di wakili Ketua Harian, Yama menekankan bahwa pelantikan BKS bukan hanya agenda formal organisasi. 

Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi awal bagi pengurus untuk mengemban tanggung jawab sosial dan membuktikan keberadaan organisasi melalui kerja nyata.

Ia mengatakan, BKS merupakan bagian dari komitmen Pemuda Pancasila untuk memperluas kontribusi kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesejahteraan sosial dan kemanusiaan.

Menurutnya, persoalan sosial yang dihadapi masyarakat membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan organisasi kemasyarakatan dan elemen masyarakat lainnya.

Karena itu, BKS PP Kalsel diharapkan dapat berperan sebagai penghubung antara organisasi dan masyarakat. Perannya tidak sebatas memberikan bantuan ketika bencana atau musibah terjadi, tetapi juga membangun kepedulian, memperkuat solidaritas serta mendorong pemberdayaan masyarakat.

"Pemuda Pancasila harus hadir di tengah masyarakat. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, kita hadir. Ketika ada persoalan sosial, kita ikut mencari solusi," ujarnya.

Ia juga mengingatkan jajaran pengurus agar membangun jaringan dan komunikasi yang kuat dengan berbagai pihak.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan hingga komunitas dinilai penting untuk memperluas dampak program BKS.

Pengurus juga diminta tidak menjalankan kegiatan sosial secara sendiri-sendiri. BKS PP harus mampu menjadi wadah yang mengorganisir berbagai gerakan sosial Pemuda Pancasila agar berjalan terarah, profesional dan berkesinambungan.

Selain itu, seluruh kegiatan sosial diharapkan dilaksanakan dengan mengedepankan keikhlasan, keterbukaan dan tanggung jawab. Orientasi utama bukan pada publikasi kegiatan, melainkan manfaat yang diterima masyarakat.

"Ukuran keberhasilan gerakan sosial bukan banyaknya dokumentasi kegiatan, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat," tegasnya.

Ke depan, BKS PP Kalsel diharapkan memiliki program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Program tersebut dapat mencakup bantuan bagi warga kurang mampu, kegiatan kemanusiaan, penanganan masyarakat terdampak bencana hingga pemberdayaan ekonomi dan sosial.

Penguatan jaringan hingga tingkat kabupaten dan kota juga menjadi bagian penting agar gerakan sosial Pemuda Pancasila dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Sementara itu, Ketua BKS Pemuda Pancasila Kalsel, Lies Noor Marlina, SE, mengatakan peringatan Milad ke-7 menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus memperkuat komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Ia menilai usia tujuh tahun harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas organisasi dan memperbesar kontribusi kepada masyarakat.

Lies mengajak seluruh kader untuk terus menjaga kekompakan dan solidaritas. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi juga oleh kemampuan seluruh kader bekerja bersama dalam menjalankan program.

"Kita harus memperkuat kebersamaan, meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, serta terus berkarya agar keberadaan organisasi memberikan kontribusi nyata," katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh kader agar menjaga nama baik dan marwah Pemuda Pancasila dengan menjunjung tinggi integritas, wawasan kebangsaan serta nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Sinergi dengan pemerintah dan berbagai komponen masyarakat, lanjutnya, juga perlu terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan yang kondusif sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Lies berharap pelantikan dan Milad ke-7 BKS PP Kalsel tidak berhenti sebagai perayaan organisasi, tetapi menjadi titik awal lahirnya semangat baru untuk memperluas pengabdian.

Dengan kepengurusan yang baru, BKS Pemuda Pancasila Kalsel diharapkan mampu berkembang menjadi lembaga sosial yang solid dan profesional serta konsisten hadir membantu masyarakat.

"Jadikan momentum ini sebagai awal perjuangan baru. Mari terus bergerak, bekerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya. (puj)

© Copyright 2022 - Realitas.com