Berita

Breaking News

46 Tahun Tak Terputus, Alumni SKKA 1978 Terus Rawat Persahabatan dan Kepedulian

BANJARMASIN, Realitaspost.com   - Ada persahabatan yang lahir di bangku sekolah, kemudian tumbuh menjadi ikatan kekeluargaan yang tidak lekang oleh waktu. Hal itu pula yang tergambar dari kebersamaan para alumni Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas (SKKA) angkatan tahun 1978. Pertemuan kali ini bertempat di rumah makan Soto Banjar Hj. Ella Mar'ei di Jalan S. Parman, samping Kapolresta Banjarmasin, sabtu (3/10/2026) 

Meski telah puluhan tahun berlalu sejak mereka menempuh pendidikan bersama, hubungan silaturahmi para alumni hingga kini masih terjaga dengan baik.

Bahkan, memasuki 46 tahun perjalanan kebersamaan, mereka tetap rutin bertemu dan menjaga komunikasi satu sama lain.

Bagi para alumni, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda berkumpul. Di dalamnya ada kenangan masa muda, cerita perjalanan hidup, saling bertukar kabar, hingga kepedulian terhadap kondisi masing-masing anggota.

Setidaknya sebulan sekali, para alumni meluangkan waktu untuk berkumpul bersama. Dalam suasana penuh keakraban, mereka berbincang, mengenang masa-masa sekolah, sekaligus mengikuti kegiatan arisan yang telah menjadi salah satu agenda rutin.

Usia yang semakin bertambah justru membuat arti kebersamaan itu semakin terasa. Sebab, setelah puluhan tahun menjalani kehidupan masing-masing, pertemuan menjadi kesempatan berharga untuk kembali duduk bersama dengan teman-teman yang pernah melewati masa pendidikan pada periode yang sama.

Tidak sedikit cerita yang hadir dalam setiap pertemuan. Ada kabar tentang keluarga, anak dan cucu, pengalaman kehidupan, hingga cerita mengenai kondisi kesehatan para anggota.

Dari situlah kepedulian tumbuh. Para alumni tidak hanya hadir ketika suasana sedang bahagia, tetapi juga berusaha memberikan perhatian ketika salah satu anggota mengalami persoalan atau musibah.

Ketika ada teman yang sakit, misalnya, para alumni berupaya menjenguk secara bersama-sama. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus cara sederhana untuk menunjukkan bahwa hubungan persahabatan yang mereka bangun sejak sekolah masih memiliki arti hingga sekarang.

Begitu pula ketika ada guru maupun teman yang meninggal dunia. Para alumni berusaha hadir untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan tali asih kepada keluarga yang ditinggalkan.

Bagi mereka, kehadiran secara langsung dalam situasi duka bukan sekadar memenuhi kewajiban sosial. Lebih dari itu, hal tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada orang-orang yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.

Semangat kebersamaan para alumni SKKA angkatan 1978 juga diwujudkan melalui kegiatan sosial.

Di sela-sela kegiatan rutin, mereka menyempatkan diri melakukan aksi sosial dengan memberikan bantuan kepada panti asuhan maupun kaum duafa.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara para alumni untuk berbagi manfaat kepada masyarakat. Bantuan yang diberikan mungkin tidak selalu dalam jumlah besar, namun semangat untuk berbagi dan membantu sesama menjadi nilai utama yang terus mereka jaga.

Kegiatan sosial tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pertemuan para alumni tidak hanya berorientasi pada kepentingan internal kelompok. Kebersamaan yang mereka bangun juga diarahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Bagi mereka, usia bukan alasan untuk berhenti berbuat baik.

Justru, semakin bertambah usia, semakin besar pula keinginan untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang memberikan manfaat, baik bagi sesama anggota maupun masyarakat sekitar.

Menjaga Persahabatan di Tengah Kesibukan

Saat ini, masing-masing anggota tentu telah memiliki kehidupan dan kesibukan sendiri. Ada yang menjalani aktivitas bersama keluarga, ada yang telah menikmati masa pensiun, dan ada pula yang tetap aktif dengan berbagai kegiatan.

Namun, kesibukan tersebut tidak membuat komunikasi terputus.

Pertemuan rutin menjadi salah satu cara untuk menjaga agar hubungan tetap dekat. Dari pertemuan tersebut, para anggota juga dapat mengetahui kondisi teman-teman mereka.

Apabila ada anggota yang sudah lama tidak hadir, biasanya akan menjadi perhatian bersama. Mereka akan mencari kabar dan memastikan kondisi yang bersangkutan.

Hal sederhana seperti itulah yang membuat hubungan mereka tetap terasa seperti keluarga.

Setelah 46 tahun, jumlah anggota yang masih aktif dalam kebersamaan tersebut sekitar 30 orang. Mereka menjadi bagian dari sebuah kelompok alumni yang tidak hanya dibangun atas dasar kesamaan almamater, tetapi juga pengalaman dan kenangan yang sama.

Masa sekolah yang telah berlalu puluhan tahun tetap menjadi titik awal yang mempertemukan mereka hingga sekarang.

Empat puluh enam tahun tentu bukan waktu yang singkat.

Selama rentang waktu tersebut, banyak perubahan yang telah mereka lalui. Kehidupan berubah, keluarga bertambah, anak-anak tumbuh, dan sebagian bahkan telah memiliki cucu.

Namun, satu hal yang berusaha mereka pertahankan adalah hubungan persaudaraan.

Pertemuan bulanan menjadi semacam pengingat bahwa di tengah perubahan zaman, masih ada teman-teman lama yang dapat menjadi tempat berbagi cerita.

Ada tawa ketika mengenang kejadian masa sekolah. Ada rasa haru ketika membicarakan teman yang telah lebih dahulu berpulang. Ada pula rasa syukur ketika melihat teman-teman masih diberikan kesehatan sehingga dapat kembali duduk bersama.

Semua bercampur menjadi satu dalam setiap pertemuan.

Bagi alumni SKKA angkatan 1978, silaturahmi bukan sekadar bertemu secara fisik. Silaturahmi adalah tentang menjaga rasa peduli, saling menguatkan, serta tidak melupakan orang-orang yang pernah hadir dalam perjalanan hidup.

Perjalanan 46 tahun tersebut menjadi bukti bahwa hubungan yang dibangun sejak bangku sekolah dapat bertahan sangat panjang apabila terus dirawat.

Tidak harus dengan kegiatan besar. Cukup dengan menyempatkan diri bertemu, saling menyapa, menanyakan kabar, menjenguk ketika sakit, hadir ketika berduka, serta berbagi dengan mereka yang membutuhkan.

Nilai-nilai sederhana itulah yang terus dipelihara para alumni SKKA angkatan 1978.

Mereka berharap kebersamaan yang telah terbangun dapat terus berlangsung dan menjadi kenangan indah bagi seluruh anggota.

Sebab pada akhirnya, setelah puluhan tahun berlalu, yang tersisa bukan hanya kenangan tentang masa sekolah, tetapi juga persaudaraan yang terus hidup.

46 tahun telah berlalu. Namun bagi alumni SKKA angkatan 1978, persahabatan belum selesai. Ia terus tumbuh melalui silaturahmi, kepedulian dan kebersamaan yang dijaga dari bulan ke bulan. (puj)

© Copyright 2022 - Realitas.com