BANJAR (Kalsel), Realitaspost.com – Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., mengingatkan para lulusan perguruan tinggi agar tidak menjadikan gelar akademik sebagai titik akhir perjalanan pendidikan.
Sebaliknya, kelulusan harus menjadi awal untuk mengamalkan ilmu, menjaga integritas, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Abrani dalam sambutannya pada kegiatan akademik UNUKASE, Selasa (27/10/2026).
Ia menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan dan mengikuti yudisium, sekaligus mengapresiasi perjuangan panjang yang telah mereka lalui.
Menurutnya, keberhasilan akademik merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, serta pengorbanan yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.
Mulai dari menyelesaikan tugas perkuliahan, menjalani penelitian, hingga menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan tinggi.
Karena itu, pencapaian tersebut patut disyukuri. Namun, para lulusan juga harus memahami bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab yang lebih besar ketika mereka terjun ke dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
“Keberhasilan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab dan pengabdian yang lebih besar,” demikian pesan Rektor UNUKASE.
Dalam sambutannya, Abrani menekankan tiga hal penting yang perlu menjadi pegangan para lulusan dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Pertama, menjadi insan berilmu yang menjunjung tinggi integritas. Menurutnya, gelar akademik memang menjadi bukti atas proses pendidikan yang telah ditempuh, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seseorang.
Ilmu pengetahuan harus diiringi kejujuran, tanggung jawab, etika, dan karakter yang baik. Dalam dunia profesional maupun kehidupan sosial, kemampuan akademik perlu didukung integritas agar kepercayaan dapat terjaga.
Ia juga berharap para lulusan mampu menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan sikap kompeten, santun, jujur, dan dapat dipercaya.
Kedua, terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Abrani menilai perubahan teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta dinamika masyarakat menuntut setiap individu untuk terus meningkatkan kompetensi.
Menurutnya, pendidikan tinggi merupakan fondasi untuk mengembangkan diri, bukan akhir dari proses belajar. Para lulusan diharapkan terus memperluas wawasan, mengasah keterampilan, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan berani mengambil peluang baru.
Ia juga mengingatkan agar para lulusan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Konsistensi dalam berproses dan kemauan meningkatkan kualitas diri menjadi bekal penting untuk menghadapi persaingan serta perubahan.
Ketiga, menjadikan ilmu sebagai sumber manfaat bagi sesama. Abrani berharap pengetahuan yang diperoleh selama kuliah tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga diterapkan untuk membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
Para lulusan UNUKASE diharapkan tumbuh menjadi generasi yang unggul dalam kompetensi, kuat dalam karakter, serta memiliki kepedulian sosial dan semangat pengabdian.
Dengan demikian, pendidikan tinggi dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama, bangsa, dan negara.
Sementara itu, Wakil Rektor I UNUKASE, Dr. H. Jarkawi, M.M.Pd., menyampaikan bahwa dalam Wisuda Sarjana ke-7, Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan mewisuda sebanyak 117 orang lulusan.
Dari jumlah tersebut, Program Studi Akuntansi menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 41 orang dan rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,44.
Berikutnya, Program Studi Agribisnis meluluskan 31 orang dengan rata-rata IPK 3,65. Adapun Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) meluluskan 22 orang dengan rata-rata IPK 3,76.
Jarkawi menyebut capaian tersebut sebagai kebanggaan sekaligus motivasi bagi UNUKASE untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah lulusan maupun capaian IPK. Lebih dari itu, kualitas lulusan tercermin dari kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan, menyelesaikan persoalan masyarakat, menjaga etika, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.
“Kami berharap seluruh lulusan UNUKASE mampu menjadi insan yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian,” ujar Jarkawi.
Bagi UNUKASE, wisuda bukan sekadar seremoni penanda berakhirnya masa studi. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian akademik harus diikuti tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Para lulusan kini dihadapkan pada beragam peluang dan tantangan di dunia kerja maupun lingkungan sosial. Mereka dituntut mampu menerapkan pengetahuan, mempertahankan prinsip, serta terus mengembangkan kemampuan agar dapat menjawab kebutuhan zaman.
Abrani juga menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah mempercayakan UNUKASE sebagai tempat menimba ilmu dan mengembangkan potensi diri.
Ia berharap bekal pendidikan yang telah diperoleh dapat menjadi landasan untuk membangun masa depan yang lebih baik sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas.
Melalui pesan tersebut, para lulusan diharapkan mampu membuktikan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi bukan hanya tentang gelar yang disandang, melainkan juga tentang karakter, integritas, dan manfaat yang diberikan kepada lingkungan sekitar.
Dengan diwisudanya 117 sarjana pada Wisuda Sarjana ke-7, UNUKASE diharapkan terus berkontribusi dalam menyiapkan generasi yang berpengetahuan, beretika, adaptif terhadap perubahan, serta siap mengambil bagian dalam pembangunan Kalimantan Selatan dan Indonesia. (puj)





Berita