BANJARMASIN, Realitaspost.com - DPD IWAFI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Kalimantan Selatan melaksanakan Rapat Kerja Daerah II (RAKERDA) dengan tema " Peran Strategis IWAPI Dalam Penguatan Pemberdayaan Perempuan Menuju Pintu Gerbang" Kalsel BABUSSALAM, Yang Sejahtera Dan Berkelanjutan. Bertempat di Hotel Galaxy, Jalan A. Yani km 1 Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, Kamis (25/07/2024).
Turut hadir Gubernur Kalsel, H. Sabirin Noor di wakili Staf ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dian Nur SE. MM AK. CA , Pembina IWAPI Kalsel dan juga ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj. Raudatul Janah (Acil Odah), Ketua Umum DPP IWAPI, Ir. Diyah Anita Pri hapsari, MBA, Ketua DPD IWAPI Kalsel, Hj. Shinta Lasmi Dewi, Ketua Umum Kadin beserta jajaran dan IWAPI Kencana, Kepala DP3A Kalsel, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kalsel, Kepala Badan Kesbangpol Kalsel.
Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj. Raudatul Janah menyampaikan kesuksesan dalam berusaha di era digital ini, kita jangan sampai ketinggalan banyak di tentukan oleh pengusaha digital.
"Jadi kemampuan daya saing mereka akan terus meningkat dan bisa membuka askes pemasaran yang lebih luas lagi, "kata acil Odah.
Untuk inovasi, bersinergi dan bisa berkaloborasi lebih kuat, di UMKM yang dikelola oleh perempuan mampu memanfaatkan diera digital ini.
"Kita kagum juga bangga pengusaha wanita dibanua tak mengenal lelah dan berpuas diri untuk mengembangkan organisasi IWAPI lebih maju dan bermanfaat untuk masyarakat," jelasnya.
Rakerda ini merupakan momentum sangat penting untuk semua, bisa melakukan evaluasi dan juga memerencanakan langkah - langkah strategis. Dan juga dapat mengembangkan potensi kewirausahaan perempuan di daerah.
"Peran strategis IWAPI dalam penguatan pemberdayaan perempuan untuk menuju Kalsel maju Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan, " imbuhnya.
Untuk perempuan yang ada diKalsel, jangan sampai tertinggal dari para laki-laki dalam memberikan sumbangsih bagi pembangunan daerah.
"Melalui IWAPI ini dalam mendukung pengembangan mikro, kecil dan menengah UMKM dikelola oleh perempuan, " cetusnya.
Mari kita perkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan kewirausahaan.
"Kita berharap di Rakerda ini bisa merumuskan berbagai rekomendasi yang kondusif dan implementatif dan juga mendukung programnya pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah, "imbuhnya.
Ketua DPD IWAPI Kalsel, Hj. Shinta Lasmi Dewi mengatakan yang kami laksanakan sebelum Rakernas, karna akan dilaksanakan di bulan September di Malaysia.
" Jadi hari ini kita merampungkan program kerja kedepan, meevakuasi program kerja yang sudah ada. Dan sekaligus menghimpun ide-ide pemikiran yang bisa kita rekomendasi kepada pemerintah dan internal organisasi, "kata Hj. Shinta.
Program kerja yang utama adalah membingkai pemberdayaan perempuan. Kita sebagai agen atau patnersit dari kementerian pemberdayaan perempuan dan dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak DP3A.
"Kami juga melaksanakan avokasi dan edukasi tentang perlindungan perempuan dan anak. Dan mana anak terpenuhi oleh hak-haknya, perempuan juga demikian. Salah satunya untuk perlunya kita bersama-sama membentuk kegiatan yang sifatnya preventif, "kata hj. Shinta.
Tidak semua wanita berani untuk menjadi pemimpin, untuk mengeluarkan pendapat nya bahwa bisa jadi pemimpin juga sulit.
"Tapi kita bangga juga ada lahir dari Kalimantan Selatan, seorang perempuan yang berani untuk menjadi calon pemimpin di Kalsel. Kebetulan beliau adalah dewan pembina, "katanya.
Kita tidak berpolitik, tapi hak politik melekat di semua orang, begitu jua anggota kami. Jika arah politik kearah perempuan tidak bisa disalahkan karna perempuan kita biasanya mendukung perempuan. Inipun juga kita serahkan kepada masing-masing anggota.
"Jadi, kami bangga ada perempuan di Kalsel yang berani menyatakan dirinya calon pemimpin kedepan. Pasti itu sudah memiliki pertimbangan yang sangat kuat, " ujarnya.
Harapan yang terbaik, rakyat bisa memilih mana yang terbaik. Kita disini berdiri hanya sebagi organisasi wanita,tapi tidak harus juga memilih wanita.
"Tapi kalau memang memilih wanita jangan disalahkan. Karna memang itulah kondisi yang ada, "tutupnya.






Berita