BANJARMASIN, Realitaspost.com - Kiprah dan dedikasi Camat Mandastana Kabupaten Batola, Siti Khadijah, M.Pd kembali mendapat pengakuan nasional. Perempuan kelahiran Banjarmasin, 5 Desember 1977 itu resmi menerima Bintang Award XII Tahun 2026 dalam ajang bertema “Anugerah Bintang Mahakarya Intan Kalimantan”.
Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata kontribusi Siti Khadijah dalam mendorong pembangunan wilayah serta pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala.
Selama memimpin Kecamatan Mandastana yang membawahi 14 desa, Siti Khadijah dikenal aktif menghadirkan berbagai program strategis.
Mulai dari penghargaan ProKlim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, program cetak sawah rawa, pembangunan Koperasi Merah Putih, bedah rumah warga, hingga keterlibatan dalam kegiatan retret bela negara.
Meski wilayah Mandastana kerap dilanda banjir dan angin puting beliung, pembangunan infrastruktur terus berjalan.
“Alhamdulillah, kemajuan pembangunan sudah sangat terasa. Salah satunya koperasi dan program bedah rumah yang langsung menyentuh masyarakat,” ujarnya.
Saat bencana banjir melanda, pemerintah kecamatan juga bergerak cepat menyalurkan bantuan sembako serta kebutuhan dasar warga. Berbagai program sosial turut digulirkan, seperti bantuan air minum untuk hajatan warga, sunatan gratis bagi pemilik KTP Batola, hingga tali asih bagi ibu hamil yang menjalani persalinan.
Siti Khadijah mengakui, suka duka menjadi bagian tak terpisahkan dari tugas sebagai camat. Namun baginya, musibah justru memperkuat solidaritas dan semangat pelayanan.
Di sisi lain, sederet prestasi dan penghargaan menjadi penyemangat untuk terus berbuat lebih baik.
Ke depan, ia berharap Mandastana semakin maju dan berkembang, terutama melalui program cetak sawah rawa yang diyakini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Tak hanya itu, penghargaan yang juga ia terima dari Granada Executive Duta Marlin menjadi momentum penting bagi dirinya sebagai perempuan pemimpin.
“Sebagai perempuan, kami tidak ingin dipandang sebelah mata. Perempuan harus diberi ruang untuk berkarya dan membantu masyarakat. Ini bentuk nyata emansipasi—kami bisa sejajar dan berkontribusi bersama kaum laki-laki,” tuturnya penuh optimisme.
Jadilah sebagai perempuan yang bermartabat, mewujudkan perempuan yang cerdas, tangguh dan berintegritas melalui kedisiplinan, pendidikan, kepemimpinan dan kemandirian ekonomi.
Dengan semangat pengabdian dan kepemimpinan yang inklusif, Siti Khadijah terus membuktikan bahwa perempuan Banua mampu menjadi motor perubahan di tingkat akar rumput. (pj)






Berita