BANJARMASIN, Realitaspost.com – Lembaga Perempuan Dayak (LPD) Kalimantan Selatan menggelar nonton bareng (nobar) film horor budaya Banjar Kuyank di KCM, Jalan Belitung, Banjarmasin Barat, Kamis (05/01/2026).
Kegiatan ini disambut antusias para pengurus dan anggota LPD. Selain menjadi sarana melepas penat di tengah kesibukan, nobar juga dimaknai sebagai ajang mempererat silaturahmi dan rasa kekeluargaan.
Menariknya, salah satu pemeran dalam film tersebut merupakan Ketua LPD Kota Banjarmasin, Rina DD Basrindu yang akrab disapa Acil Imas. Dalam film, ia memerankan kakak Rusmiati tokoh sentral yang terjerumus dalam praktik ilmu hitam.
Ketua LPD Kalsel Yuspitani, S.Sos., MA melalui Bendahara Lies Pribadi menyampaikan rasa bangga atas keterlibatan putri daerah dalam produksi film nasional.
“Alhamdulillah kami sangat gembira bisa nobar bersama. Apalagi bintangnya teman kita sendiri, Acil Imas. Ini jadi kebanggaan orang Banjarmasin,” ujarnya.
Film Kuyank mengangkat kisah cinta Rusmiati dan Badri yang terhimpit tekanan sosial serta adat. Demi mempertahankan rumah tangga dan mendapatkan keturunan, Rusmiati nekat menempuh jalan gelap dengan mempelajari ilmu kuyang. Alih-alih menemukan kebahagiaan, pilihannya justru menghadirkan teror dan petaka bagi warga desa.
Dengan balutan horor bernuansa budaya Banjar yang kental, penonton tak hanya disuguhi ketegangan, tetapi juga konflik batin seorang perempuan yang berjuang mempertahankan cinta di tengah himpitan tradisi.
Sosok “kuyank” sendiri dikenal sebagai makhluk mitologis Kalimantan—digambarkan sebagai kepala manusia tanpa tubuh bagian bawah—yang selama ini hidup dalam cerita turun-temurun masyarakat Banua.
Salah satu pengurus LPD, Karin, mengaku nobar ini terasa seru karena bisa berkumpul bersama sahabat dan rekan organisasi.
“Alur ceritanya bagus dan penuh pesan. Apalagi pemerannya teman satu organisasi, aktingnya luar biasa. Intinya keren banget kita bangga sebagai orang Banua,” ucapnya.
Film garapan sutradara Johansyah Jumberan ini turut dibintangi deretan aktor dan aktris ternama seperti Rio Dewanto, Putri Intan Kasela, Ochi Rosdiana, Jolene Marie, Barry Prima, hingga Ananda George.
Melalui kegiatan ini, LPD Kalsel berharap karya-karya lokal bernuansa budaya daerah semakin mendapat tempat di hati masyarakat, sekaligus menjadi pengingat bahwa kisah mistik Banua juga sarat nilai kemanusiaan dan pesan moral.(puj)






Berita