Berita

Breaking News

Kiprah Rabiatul A. sebagai Pengusaha di Kalimantan Timur

BANJARMASIN, Realitaspost.com  - Rabiatul A, perempuan kelahiran Balikpapan, 27 Desember 1979, menjadi sosok inspiratif yang membuktikan bahwa kerja keras dan keberanian mampu mengubah jalan hidup.

Sejak usia 22 tahun, ia telah mandiri secara ekonomi dan konsisten membangun berbagai usaha yang kini memberi manfaat luas bagi masyarakat Kalimantan Timur.

Saat ini, Rabiatul mengelola delapan titik kavlingan tanah di wilayah Kaltim. Selain itu, usaha katering yang dijalankannya setiap hari menyediakan sekitar 2.700 porsi makanan sebanyak tiga kali sehari. 

Ia juga merintis bisnis kuliner melalui Angkringan Tengkorak serta usaha Vap yang menyasar kalangan muda.

Pengalaman Rabiatul di dunia profesional dimulai sejak 2007, ketika ia dipercaya mitra asing dari Amerika dan India untuk mengelola operasional perusahaan pertambangan batu bara. Ia terlibat langsung mulai dari pekerjaan lapangan hingga proses pemuatan. 

Dengan dukungan suami yang ahli di bidang pertambangan, Rabiatul turut membangun stok room batu bara di Samarinda.

Tak hanya fokus berwirausaha, Rabiatul juga terpanggil membantu masyarakat yang menghadapi persoalan hukum, meski dirinya bukan berlatar belakang hukum. 

Salah satu keberhasilannya adalah memperjuangkan perubahan status pegawai tidak tetap menjadi pegawai tetap di sebuah perusahaan di Kaltim.

Ia juga terlibat dalam penyelesaian sengketa lahan veteran seluas sekitar 9.000 hektare yang selama 17 tahun dikuasai pihak lain, hingga akhirnya lahan tersebut kembali kepada para veteran.

Terbaru, pada 19 Januari lalu, ia membantu proses pemisahan sertifikat lahan veteran gambut yang berujung pada kesepakatan damai dengan perusahaan terkait.

Menurut Rabiatul, membantu sesama bukanlah untuk mencari pengakuan. Ia mengaku bersyukur bisa meringankan beban orang lain tanpa mengharapkan imbalan.

Melalui perjalanan hidupnya, Rabiatul membawa misi sosial untuk membangkitkan kepercayaan diri perempuan agar berani tampil dan berkarya. Ia juga aktif melestarikan budaya Banjar, salah satunya dengan mengembangkan seni bela diri tradisional kuntau.

Atas kiprah di bidang usaha, sosial, dan pemberdayaan perempuan, Rabiatul dijadwalkan menerima Penganugerahan Bintang Award XII Tahun 2026 dengan tema “ Anugrah Bintang Mahakarya Intan Kalimantan”.

Ia berharap ke depan semakin banyak perempuan yang berani melangkah, percaya pada kemampuan diri, dan ikut menjaga warisan budaya daerah.

© Copyright 2022 - Realitas.com