Berita

Breaking News

UNUKASE Gelar Sholat Hajat dan Doa Bersama dalam Peringatan Harlah ke-11 Tahun

BANJAR (Kalsel), Realitaspost.com  – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-11, Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE)  menggelar kegiatan Sholat Hajat dan Doa Bersama  yang berlangsung khidmat di Gedung Dakwah UNUKASE pada  Jumat, 17 Oktober 2025.

Acara ini dihadiri oleh  Rektor dan jajaran pimpinan universitas , dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta  Ketua Senat UNUKASE dan  para tokoh agama. Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Nilai, Mengukuhkan Langkah, Menggapai Keunggulan”  ini menjadi momentum refleksi dan rasa syukur atas perjalanan UNU Kalimantan Selatan dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkarakter, unggul, dan berlandaskan nilai-nilai “Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah”.

Sejak berdiri pada tahun 2014, UNU Kalimantan Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang berorientasi pada keilmuan dan kemaslahatan masyarakat.

Acara dimulai dengan pembacaan “Syair Maulid Habsy”, dilanjutkan dengan “Sholat Hajat”, tausiah, doa bersama, serta pemotongan tumpeng yang dipimpin langsung oleh  Rektor UNU Kalimantan Selatan, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc.

Dalam suasana penuh kekhusyukan, seluruh peserta memanjatkan doa untuk kelancaran, keberkahan, dan kemajuan UNU Kalimantan Selatan di masa mendatang.

Dalam sambutannya,  Rektor UNU Kalimantan Selatan, Dr. Abrani Sulaiman, menegaskan bahwa peringatan Harlah ke-11 bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk melakukan evaluasi dan memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan UNUKASE.

“Sebelas tahun perjalanan UNU Kalimantan Selatan adalah bukti nyata semangat kebersamaan dan dedikasi seluruh civitas akademika dalam mengembangkan universitas berbasis nilai-nilai Islam yang “rahmatan lil ‘alamin”. Kita berharap UNU Kalimantan Selatan terus tumbuh menjadi pusat keilmuan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Kalimantan Selatan dan Indonesia,” ujar Rektor.

Dr. Abrani, yang juga dikenal sebagai salah satu  tokoh pendiri ”UNU Kalimantan Selatan”  sekaligus “Khatib dalam struktur organisasi Jam'iyyah Ahlith Thariqah al-Mu‘tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) Kalimantan Selatan”, menambahkan bahwa momentum Harlah ini juga bertepatan dengan  peringatan Harlah JATMAN ke-68  dan  Hari Santri ke-10  yang diperingati setiap 22 Oktober.

 “Hari ini kita memperingati Harlah UNUKASE ke-11, Harlah JATMAN ke-68, sekaligus menyambut Hari Santri ke-10. Mari kita bersama-sama mendoakan para pejuang pendiri Nahdlatul Ulama dan tokoh agama yang telah mendahului kita, agar mereka mendapat rahmat dari Allah SWT,” pungkasnya.

Acara juga diisi dengan  tausiah oleh Drs. KH. Syakerani Naseri, Ketua JATMAN Kalimantan Selatan. Dalam tausiahnya, beliau mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan doa bersama ini sebagai sarana memperkuat spiritualitas dan kebersamaan dalam mengabdi di dunia pendidikan.

Peringatan Harlah ke-11 UNU Kalimantan Selatan menjadi bukti bahwa universitas ini terus berkomitmen memperkuat peran strategisnya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang menggabungkan kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Sejalan dengan semangat  Hari Santri Nasional, KH. Syakerani juga mengingatkan kembali makna Resolusi Jihad  22 Oktober 1945 yang digelorakan oleh KH. Hasyim Asy‘ari, bahwa membela tanah air dari penjajahan adalah  fardhu ‘ain  bagi setiap muslim.

Seruan tersebut membakar semangat rakyat, terutama para santri yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Banyak di antara mereka gugur tanpa dikenal namanya, namun jejak perjuangannya abadi dalam sejarah bangsa.

Hari Santri, menurutnya, adalah bentuk pengakuan negara atas jasa pesantren dan santri dalam perjuangan kemerdekaan—sebuah penghargaan yang lahir dari pengorbanan, bukan permintaan. Oleh karena itu, semangat perjuangan para santri harus terus dilanjutkan di era modern melalui pendidikan, pengabdian, dan dakwah yang menebarkan kemaslahatan.

Sebagai informasi,  Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) berdiri pada tahun 2014 di bawah naungan  Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU). Sebagai perguruan tinggi berbasis nilai-nilai Islam  Ahlussunnah wal Jama’ah, UNU Kalimantan Selatan berkomitmen mencetak generasi muda yang unggul dalam keilmuan, berkarakter kuat, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa.

Saat ini UNU Kalimantan Selatan memiliki  “tiga fakultas” dan “sepuluh program studi” yang terus berkembang, serta menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan, pemerintah, dan dunia industri di tingkat daerah maupun nasional.

© Copyright 2022 - Realitas.com